Cari Blog Ini

Minggu, 17 April 2016

KEGIATAN EKONOMI MANUSIA : KREATIF DAN BERMORAL

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan makhluk lain, dimana manusia diberi anugerah akal budi dan perasaan yang membuat manusia memiliki kecerdasan dan rasa yang membuat dirinya unggul dibanding makhluk lain. 


Dalam kegiatannya, manusia mengandalkan kecerdasan untuk menghasilkan sesuatu yang baru dalam memenuhi kebutuhannya hidupnya, termasuk di dalam kegiatan ekonominya. Kegiatan ekonomi merupakan kegiatan memproduksi, mendistribusi dan mengkonsumsi barang-barang kebutuhan hidup bagi manusia, oleh karena itu diperlukan akal dan nurani yang cerdas dalam memenuhinya. Sebagai contoh ketika ada seorang laki-laki yang merasa pendapatannya masih kurang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka dia akan menjalankan bisnis tambahan dengan menjadi tukang ojeg sepulang dia kerja. Artinya, lak-laki ini kreatif memanfaatkan peluang dalam menambah penghasilan di sela-sela waktu luangnya dalam memenuhi kebutuhannya.

Kreatifitas dalam kegiatan ekonomi sangat diperlukan saat ini, karena manusia cenderung dinamis dan berkembang. Manusia juga tidak pernag merasa puas akan pencapaian yang telah diperolehnya. Oleh karena itu maka perkembangan kecerdasan dan juga perilaku sosial manusia akan selalu menghasilkan kondisi kehidupan yang berkembang pula. Contohnya adalah kendaraan mobil dahulu kala hanya berupa kereta kuda yang kemampuannya terbatas telah digantikan oleh mobil dengan tenaga mesin yang mampu bertahan lebih lama. Contoh lain adalah ketika bisnis dahulu belum berkembang pesat hanya membutuhkan mesin hitung kalkulator, seiring dengan meningkatnya kegiatan dan transaksi bisnis maka diperlukan komputer untuk perhitungannya. Dengan contoh-contoh diatas tampak sekali diperlukan manusia yang kreatif dan inovatif dalam menjawab kebutuhan-kebutuhan manusia yang selalu dinamis dan berkembang dan tidak pernah puas.
Ketika manusia menghasilkan inovasi dalam kehidupannya maka ada tahapan-tahapan penting yang dilalui sehingga kreatifitas tersebut selalu berkembang setiap saat. Tahapan yang dilalui adalah :
1. Discovery yaitu tahapan ketika manusia menemukan teknologi pertama kali dan membuat barang dengan teknologi yang masih sederhana. Barang yang dihasilkan masih jauh dari sempurna karena masih kurangnya pemahaman dan juga kreatifitas manusia. Barang yang dihasilkan masih sederhana dan masih bisa dikembangkan lagi. Contohnya adalah perkembangan kendaraan mobil yang diciptakan manusia sejak pertama kali dibuat hingga saat ini, sudah sangat jauh berubah.


2. Invention yaitu ketika manusia mulai melakukan penjelajahan terhadap pengetahuan baru yang mendorong dia mampu menyempurnakan kreatifitas yang telah dihasilkannya menjadi lebih bagus lagi. Hasil produk manusia jauh lebih bagus seiring dengan perkembangan kecerdasan dan teknologi manusia. Contohnya desain dan feature mobil semakin berkembang pesat dibanding dahulu.


3. Future Plan yaitu ketika manusia masih ingin mengembangkan apa yang sudah ada saat ini dengan imajinasi konsep baru di masa mendatang sehingga produknya lebih bagus dan mampu memenuhi selera kebutuhan mereka di masa mendatang. Contohnya desain mobil yang semakin futuristik dengan sentuhan teknologi tinggi yang sangat aerodinamis dan berteknologi tinggi.


Kegiatan ekonomi telah mendorong manusia untuk melakukan berbagai cara dalam memperoleh kebutuhan hidupnya. Manusia kemudian dalam perjalanannya menguntungkan dirinya sendiri tanpa melihat lagi moral [tindakan baik/positif] ketika ingin memenuhi kebutuhan hidupnya. Moralitas manusia saat ini mengalami penurunan hal ini terbukti dengan adanya berbagai macam masalah yang tampak saat ini misalnya korupsi, kerusakan lingkungan dll. Kegiatan ekonomi yang bermoral adalah kegiatan melakukan pemenuhan kebutuhan hidup dengan melakukan produksi, distribusi dan konsumsi yang benar, wajar, tidak merusak, bersusila, dan hemat.  
Dalam banyak kejadian ketika manusia melakukan pemenuhan kebutuhan hidupnya dengan tidak benar maka banyak dari mereka harus mendekam di penjara, karena mereka dianggap melanggar hukum dengan merugikan orang lain atau negara. Banyaknya kasus korupsi di dunia menjadi contoh nyata bahwa manusia ingin memiliki kekayaan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh masyarakat. Atau ketika menusia melakukan pencurian, penipuan, peretasan ilegal di internet bahkan perampokan juga merupakan tindakan yang tidak benar karena melanggar hukum dan norma yang ada di masyarakat.
 



Kemudian banyak pula orang melakukan pemenuhan kebutuhan hidupnya dengan tidak wajar, misalnya ketika seorang manajer sebuah toko bekerja melebihi batas waktu jam kerja sehingga banyak dari kemudian sakit bahkan hubungan dengan keluarga menjadi renggang karena banyak waktunya dihabiskan di tempat kerja. Artinya bahwa ketika manusia ingin memenuhi kebutuhan hidupnya, harus dilakukan dengan cara yang wajar dan tidak melebihi batas kemampuannya, sehingga dia tidak dirugikan dengan tindakannya tersebut. Jika batas waktu jam bekerja memang 8-9 jam, maka sebaiknya melakukan hal tersebut demi menjaga kesehatan dan keseimbangan hidupnya. Kebutuhan hidup sampai kapanpun akan selalu berubah dan manusia pada dasarnya memiliki karakter tidak pernah puas, oleh karena itu keinginan dari dalam dirinya untuk menjaga keseimbangan hiduplah yang mampu meredam itu semua.


Pemenuhan kebutuhan hidup dengan merusak juga banyak dijumpai saat ini. Saat ini alam yang kita miliki memiliki fungsi sebagai penyokong kehidupan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Banyak sumber kebutuhan yang diperoleh dari alam, oleh karena itu manusia wajib menjaga kelestariannya, agar alam mampu terus menyuplai kebutuhan manusia. Jika kita tidak merawat dan melestarikannya maka di masa mendatang kerugian besar akan di derita oleh generasi selanjutnya. Contohnya ketika banyak kebutuhan akan minyak nabati yang mendorong masyarakat dan perusahaan menanam kelapa sawit. Penanaman kelapa sawit dilakukan dengan membuka area baru sebagai perkebunan. Awalnya area-area ini adalah hutan alam yang dihuni oleh aneka satwa dan tanaman hutan yang menjadi paru-paru dunia, namun ketika manusia merusak hutan tersebut maka kondisi polusi udara yang meningkat tidak mampu dikurangi lagi karena berkurangnya hutan. Kemudian pembukaan lahannya pun dilakukan dengan cara membakar hutan sehingga asapnya menyebar bahkan ke negara tetangga dan menyebabkan banyak gangguan kesehatan warganya. Hal ini tentu sangat merugikan banyak pihak. Sudah seharusnya ketika membuka lahan kelapa sawit juga dilakukan dengan cara yang baik dan tidak merusak seperti itu, agar alam tetap mampu menyediakan kebutuhan manusia selamanya. Contoh lain yaitu ketika manusia melakukan penambangan emas dan banyak menggunakan cairan mercury yang sangat merusak dan mencemari lingkungan sehingga banyak kerugian yang ditimbulkannya, atau ketika manusia melakukan pencurian ikan dengan menggunakan bom laut sehingga merusak terumbu karang sebagai rumah dari ikan-ikan itu, yang kemudian malahan membuat banyak ikan pergi meninggalkan perairan tersebut sehingga nelayan sendiri yang mengalami kerugian.
 

 

Melakukan kegiatan ekonomi dengan mengedepankan kesusilaan juga penting dilakukan, karena kesusilaan berkaitan pula dengan norma, etika dan nilai yang berlaku di masyarakat. Ajaran agamapun juga selalu mengingatkan kepada manusia agar selalu menjaga norma kesusilaan dalam hidup ini. Kesusilaan bersumber dari hati dan perasaan yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat. Hal-hal yang berhubungan dengan kesusilaan diantaranya adalah memelihara kejujuran, tidak menipu/berbohong, tidak melakukan fitnah dan tidak melakukan perzinahan. Contoh ketika seorang siswa harus membayar iuran kas kelas sebesar Rp 10.000, namun dia meminta uang lebih banyak kepada orangtuanya dengan alasan bahwa iuran kas nya memang Rp. 20.000, dan kelebihannya dia gunakan untuk membeli kartu permainan. Ketidakjujuran seperti ini disebut dengan pelanggaran kesusilaan yang berlaku di dalam hubungan antar manusia. 



Saat ini pola konsumsi manusia memang sedang mengalami peningkatan terutama ketika kualitas hidup manusia meningkat. Ketika manusia mengalami peningkatan dalam pendapatan hidupnya maka kebutuhan hidupnya akan bertambah. Jika manusia tidak bisa hemat dan mengendalikan keinginannya maka akan terjadi pemborosan yang begitu besar yang dapat merugikan manusia sendiri. Contohnya ketika saat ini kemampuan membeli kendaraan bermotor semakin besar di masyarakat maka kebutuhan kita akan Bahan Bakar semakin tinggi. Padahal bahan bakar berasal dari sumber daya yang tidak bisa diperbaharui, kita akhirnya terancam oleh krisis bahan bakar minyak dan harga bbm akan menjadi semakin mahal. Hal ini disebabkan manusia tidak bisa berhemat dalam penggunaan bbm tersebut. Atau ketika negara RRC pernah mengalami krisis sumpit karena semakin habisnya sumberdaya kayu sebagai bahan dasar pembuatan sumpit tersebut, hal ini diatasi dengan anjuran pemerintah agar dibuat sumpit yang bukan dari kayu.



Bahasan tersebut diatas merupakan bagian penting dalam kita mengenal dan mempelajari kegiatan ekonomi manusia. Manusia diharapkan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya mampu menjaga keseimbangan baik alam, sosial dan ekonomi sehingga kehidupan manusia dapat berjalan dengan baik, tidak ada yang merasa lebih diuntungkan maupun dirugikan dan semua hal/tindakan mampu memberikan kesejahteraan bagi manusia.

Kamis, 07 April 2016

KEGIATAN EKONOMI MANUSIA : KONSUMSI

Jika kita perhatikan saat ini maka kita akan menemukan fenomena menjamurnya pusat pusat perbelanjaan modern di berbagai kota di Nusantara. Pusat-pusat perbelanjaan ini semakin banyak seiring dengan peningkatan peningkatan kebutuhan hidup dan gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini yang juga pelan-pelan mengalami perubahan. Tingkat ekonomi masyarakat yang semakin baik mendorong mereka untuk semakin banyak mengadakan pembelian barang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, bukan hanya sebatas kebutuhan pokok saja seperti makanan, perumahan dan pakaian, melainkan kebutuhan yang sifatnya tersier seperti elektronika, perhiasan, hiburan, dll. Mal menjadi destinasi yang menarik karena menyediakan layanan one stop shoping dimana konsumen dimanjakan dengan segala fasilitas yang ada di dalamnya, mulai dari gerai toko, layanan tempat bermain anak, bioskop, pusat perbelanjaan, tempat makan, dll sehingga hal ini mendorong orang yang berkunjung akan mengeluarkan uangnya di tempat tersebut. Dalam arti yang luas diharapkan orang akan melakukan kegiatan konsumsi di Mal tersebut semuanya.


Kegiatan konsumsi menjadi bagian sangat penting dalam rantai kegiatan ekonomi, karena disinilah letak perputaran ekonomi akan nyata terlihat. Kegiatan konsumsi artinya kegiatan manusia dalam menggunakan, membeli atau membeli barang-barang/jasa yang menjadi kebutuhan hidupnya. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk serapan barang dari pihak produsen/pabrik yang kemudian didistribusikan di seluruh cabang distribusi ekonomi [mal, toko, agen, pasar] sehingga kegiatan produksi dapat terus berjalan yang nantinya akan menggerakkan roda perekonomian nasional. Tidak bisa dibayangkan jika kegiatan ini mengalami kendala atau kemacetan, maka ekonomi akan terguncang. Ketika masyarakat tidak ingin membeli barang/jasa maka produsen akan mengalami kesulitan menjual barang/jasa yang mereka hasilkan, dan akan berdampak pada jutaan tenaga kerja yang sangat bergantung kepadanya, dan hal ini akan kembali berdampak kepada masyarakat sendiri dimana bisa terjadi pemutusan hubungan kerja.

Ketika masyarakat memiliki potensi daya beli yang meningkat, yang ditandai dengan pola konsumsi barang/jasa yang semakin meningkat maka hal ini dapat menghasilkan 2 jenis dampak yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya diantaranya sebagai berikut :
a. Produsen barang/jasa dan juga distributor dapat mempertahankan lapangan pekerjaan bagi karyawan mereka. Produsen dan distributor memiliki staf karyawan dan pekerja dalam jumlah yang besar. Mereka akan dapat mempertahankan lapangan pekerjaan itu jika barang/jasa yang dihasilkan berhasil diserap/dikonsumsi oleh konsumen mereka secara kontinyu. Mereka akan dapat selalu bekerja jika produksi barang/jasa laku terjual atau digunakan oleh konsumen. Oleh karena itu peran negara menjadi penting untuk selalu menciptakan situasi ekonomi yang baik, supaya daya beli konsumen terus terjaga sehingga tingkat konsumsi masyarakat terus meningkat. Contohnya ketika kurs mata uang Dollar mengalami peningkatan dari yang 1 dolar = Rp 9000,- menjadi 1 dolar = Rp 13.000,- maka banyak harga barang terutama elektronika mengalami kenaikan, maka tugas dari pemerintah sebisa mungkin menstabilkan kembali nilai tukar tersebut agar masyarakat tidak mengalami kesulitan ketika ingin membeli barang elektronik karena harga terlalu mahal.


b. Terciptanya keseimbangan/kestabilan harga di pasaran menjadi salah satu manfaat yang dirasakan jika produksi barang/jasa dengan tingkat konsumsi seimbang. Ketika produsen memproduksi sejumlah barang/jasa maka penting diperhatikan seberapa besar tingkat konsumsi yang dilakukan oleh konsumen. Jika barang yang diproduksi jumlahnya terlalu banyak dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat, maka hal ini akan menimbulkan jatuhnya harga di pasaran harga barang/jasa tersebut. Hal ini juga akan berlaku sebaliknya. Contohnya ketika orang melakukan pembelian buah mangga saat tidak musim panen, maka dia harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 20.000,- untuk 1 kg mangga tersebut. Hal ini akan berkebalikan jika saat musim panen mangga tiba, dimana jumlah mangga yang beredar di pasaran menjadi banyak, maka konsumen dapat membeli mangga tersebut dengan harga per kg Rp. 5000,-, hal ini terjadi karena produksi yang berlebihan. 


Di sektor jasa juga mengalami hal yang sama, ketika jumlah tukang ojeg belum sebanyak saat ini, maka masyarakat harus sedikit membayar agak mahal untuk memakai jasa mereka, namun karena jumlah mereka saat ini semakin banyak dimana persaingan merebut pelanggan menjadi semakin sulit, maka banyak dari ojeg menurunkan tarif jasa mereka. Banyaknya layanan ojeg online juga semakin menambah tingkat persaingan dalam mendapatkan konsumen yang berimbas kepada penghasilan yang mereka peroleh.


Oleh karena itu dengan adanya keseimbangan permintaan dan jumlah barang/jasa diharapkan harga akan terus stabil sehingga daya beli tetap stabil dan semua akan merasakan keuntungan baik konsumen [dapat memenuhi kebutuhan] dan produsen [mempertahankan lapangan kerja dan usaha].

c. Jika pola produksi dan pola konsumsi terus berjalan dengan teratur dan stabil maka dampak positif lain yang dirasakan yaitu dapat dipertahankannya usaha baik produksi barang/jasa. Hal ini menjadi penting karena menyangkut lapangan pekerjaan yang cukup besar untuk menggerakkan roda ekonomi nasional. Jika daya beli tinggi maka kapasitas produksi akan tinggi yang akan menuntut jumlah tenaga kerja yang besar, sehingga dapat mengurangi pengangguran. Kalau pengangguran berkurang maka ekonomi dapat berjalan dengan lancar, semua kebutuhan dapat tercukupi, masyarakat punya penghasilan yang baik dan hidup sejahtera. Oleh karena itu perlunya kita semua menjaga kestabilan ekonomi negara ini dengan menjaga keamanan negara, mengendalikan import, mengendalikan harga dan juga nilai mata uang dan membeli dan mencintai produk dalam negeri.


Sedangkan dampak negatif yang dihasilkan ketika kita melakukan banyak konsumsi diantaranya adalah
a. Sumber Daya Alam habis dapat terjadi jika manusia tidak bisa mengendalikan dirinya dalam melakukan konsumsi kebutuhan hidupnya. Contohnya di era modern saat ini dimana penggunaan mesin dan listrik cukup besar maka manusia butuh bahan bakar untuk melakukan mobilitas hidupnya. Bahan bakar yang diperoleh berasal dari alam yang sifatnya terbatas, semakin banyaknya penggunaan kendaraan maka konsumsi bahan bakar manusia juga semakin besar sehingga cadangan minyak dunia akan menipis dan tidak mustahil akan habis. Oleh karena itu manusia harus mulai berhemat supaya cadangan minyak bumi kita masih bisa digunakan untuk waktu yang lama. Contoh lain ketika masyarakat Jepang melakukan konsumsi ikan dalam jumlah yang besar, maka banyak ikan tertentu di perairan Jepang mengalami kekurangan, karena budaya masyarakatnya yang gemar makan ikan sehingga butuh pasokan ikan dalam jumlah yang sangat besar, hal ini mendorong pemerintah Jepang melakukan import ikan dari negara lain karena ikan di perairan mereka sudah sedikit.


b. Kesenjangan Sosial semakin tinggi juga dapat terjadi jika ada sebagian dari manusia melakukan pola konsumsi berlebihan dibandingkan dengan manusia lain dan tidak terjadi pemerataan. Pola konsumsi berlebihan dapat menimbulkan kecemburuan sosial yang akan membuat terjadinya kesenjangan sosial. Contohnya ketika seorang anak yang hidupnya tidak menentu dimana setiap hari harus berjuang untuk memperoleh makanan



jika dia melihat ada anak lain yang menghamburkan uangnya untuk pesta, belanja berlebihan atau hal tidak berguna, maka dalam dirinya bisa terdapat rasa iri dan cemburu karena adanya perbedaan tersebut. Kecemburuan tersebut jika dibiarkan berlarut larut maka akan menimbulkan keinginan untuk bertindak kriminal di masa mendatang karena terdesak oleh keinginan dan juga kebutuhan. Maka sebaiknya sebagai komunitas masyarakat yang peduli, seharusnya menciptakan rasa kesetiakawanan sosial dengan membantu yang tidak mampu, untuk meningkatkan taraf hidupnya lebih baik, sehingga jurang kesenjangan tidak besar.


Jika kesenjangan sosial tidak terlalu besar [pemerataan] maka potensi terjadinya rasa kecemburuan sosial juga menjadi kecil sehingga masyarakat akan hidup aman, damai, rukun dan sejahtera. Negara juga punya peran penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dengan memberikan bantuan kepada kaum ekonomi kebawah agar mereka dapat lepas dari jeratan kemiskinan dan dapat hidup secara layak seperti yang lain sesuai dengan amanat undang-undang Dasar. Pemerintah bisa memberikan bantuan makanan, pendidikan atau kredit usaha kecil atau pinjaman lunak dengan syarat yang ringan agar masyarakat ekonomi ke bawah ini mampu meningkatkan taraf hidupnya lebih baik lagi.

c. Dengan semakin besar pola konsumsi yang terjadi, potensi manusia terjerat hutang juga semakin besar. Ketika manusia tidak bisa mengendalikan keinginan melakukan konsumsi maka berbagai cara akan ditempuh salah satunya dengan melakukan hutang. Sistem pembayaran modern saat ini memungkinkan manusia membeli sebuah barang tanpa harus membayar terlebih dahulu. Barang dapat dibawa pulang dan digunakan dengan mekanisme hutang untuk periode sekian lamanya. Hal ini terkadang membuat manusia terjebak dengan kebiasaan buruk dimana memperoleh barang dengan tanpa modal. Kalau hutang yang terjadi semakin lama semakin besar dan tidak sanggup melunasi, maka dapat beresiko sampai ke ranah hukum.



Apakah pola konsumsi barang/jasa antar manusia sebagai konsumen akan sama ? jawabannya adalah tidak, karena setiap pribadi kehidupan konsumen satu dengan yang lain berbeda. Dengan adanya perbedaan keunikan dan selera yang dimiliki oleh setiap manusia, maka barang /jasa yang dikonsumsi otomatis akan berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh faktor :
a. Usia, dimana seorang kakek dengan seorang anak kecil akan membeli jenis, motif, model dan ukuran celana yang berbeda karena terpaut usia. Selera kakek ini akan sangat berbeda dengan selera cucunya karena adanya perbedaan generasi


b. Fisik, dimana ketika wanita akan membeli baju yang jenisnya berbeda dengan seorang pria atau ketika seorang yang bertubuh tinggi akan membeli celana dengan ukuran yang lebih panjang dibandingkan seorang bertubuh lebih pendek. .


c. Penghasilan, dimana seorang dengan penghasilan sangat besar akan berani mengkonsumsi barang/jasa yang harganya cukup mahal dibandingkan dengan orang dengan penghasilan pas-pasan atau bahkan tidak punya penghasilan.


d. Tempat tinggal mempengaruhi dimana masyarakat yang berada di pedesaan tidak memerlukan membeli sayuran karena mereka bisa memetik secara langsung di ladang mereka, sementara masyarakat perkotaan harus membeli di pasar atau swalayan karena mereka tidak menanam.


e. Pekerjaan akan mempengaruhi dimana misalnya ada seorang guru yang rajin membeli buku panduan mengajar demi kepentingan mengajar akan berbeda dengan seorang murid yang lebih memilih buku LKS untuk melatih kemampuan berhitungnya.


f. Jumlah anggota keluarga juga sangat berpengaruh karena keluarga dengan jumlah anak 6 akan sangat beda kebutuhan dengan keluarga yang jumlah anaknya hanya 2. Kebutuhan keluarga dengan 6 anak akan lebih variatif dibandingkan dengan 2 anak.

 

g. Gaya Hidup mempengaruhi pola konsumsi masyarakat, dimana seorang artis yang akan selalu membeli make up untuk mempercantik dirinya karena tuntutan publik tampil menarik yang akan berbeda dengan ibu rumah tangga biasa yang menggunakan make up hanya di waktu tertentu. Kebiasaan orang di wilayah perkotaan yang terbiasa makan fast food di food court karena keterbatasan waktu istirahat, akan tidak sama dengan selera orang di wilayah pedesaan yang lebih santai dan senang mengkonsumsi masakan rumahan olahan sendiri karena punya waktu lebih luang.