Cari Blog Ini

Rabu, 20 Januari 2016

UNSUR UNSUR PENTING CUACA

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa fenomena perubahan dan dinamika cuca terjadi di lapisan atmosfer khususnya lapisan Troposfer. Maka akan kita pelajari lebih lanjut mengenai unsur-unsur penting pembentuk cuaca tersebut. Unsur cuaca tersebut terdiri dari :
1. SUHU UDARA
Suhu udara adalah kondisi panas atau dinginnya suatu tempat di waktu tertentu dan tempat tertentu. Manusia dan makhluk penghuni bumi lainnya diberikan anugerah sensor indrawi yang mampu merasakan panas atau dinginnya suatu tempat. Manusia mengukur suhu udara dengan alat bantu yang disebut Termometer. Suhu juga mempengaruhi banyak hal dalam diri menusia. Perbedaan suhu udara bisa menyebabkan adanya perbedaan pola konsumsi makanan misalnya. Di daerah dingin manusia lebih membutuhkan makanan daging karena menjadi pemasok kalori yang besar untuk menghangatkan tubuh, sementara di wilayah panas lebih cenderung memerlukan sayuran untuk mendinginkan badan. 


Dalam hal berpakaian maka masyarakat di daerah dingin akan menggunakan baju tebal dan baju hangat, sementara di daerah panas memakai bahan baju cukup dengan bahan tipis karena suhunya terlalu panas.

 

Dalam melakukan pengukuran terhadap suhu udara maka manusia menggunakan alat bantu berupa Termometer. Alat ini bisa membantu manusia menentukan suhu udara yang terjadi saat itu. Ada yang bisa dipasang di dalam ruang [termometer ruangan] ataupun yang digunakan untuk mengetahui suhu badan manusia [termometer badan]. 

Dalam pengukuran suhu udara atau badan, maka ada perbedaan kebiasaan dalam menentukan skala dingin atau panasnya suatu tempat atau badan. Ada yang mengacu pada satuan derajat Celcius dan ada yang menggunakan satuan derajat Fahrenheit. Kita dapat melakukan konversi suhu dari Celcius ke Fahrenheit dan begitu pula sebaliknya dengan menggunakan rumus : [A derajat Celcius x 9/5] + 32 contohnya sebagai berikut : Suhu udara di A adalah 10 derajat Celcius maka berapa suhu dalam Fahrenheit ?
jawabannya adalah [10 x 9/5] + 32 = 18 + 32 = 50 Derajat Fahrenheit.

2. KELEMBABAN UDARA
Kelembaban udara adalah jumlah uap air yang dikandung oleh udara dalam jumlah tertentu dan waktu tertentu. Sederhananya bahwa udara memiliki kemampuan untuk menyimpan uap air dalam jumlah tertentu sesuai dengan volume ruang tersebut. Jika suatu ruang mampu menampung uap air 100 % jika di lokasi tersebut hanya terdapat separuh uap air maka dikatakan kelembaban udaranya sebesar 50 %. Alat untuk mengukur kelembaban udara adalah Higrometer.  
Jika dilihat dalam gambar diatas di bagian hygrometer [bawah] dikatakan kadar uap air 45 % dan berada di Comfort Zone artinya kandungan uap air tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit. Jika kandungan uap air terlalu banyak maka kita akan merasa tidak nyaman di tempat tersebut [basah]. Sedangkan jika terlalu sedikit kandungan uap airnya maka kondisi lingkungan juga tidak akan nyaman karena udara menjadi kering. Maka sebaiknya kandungan uap air tetap berada di kisaran sedang sehingga kita akan merasa nyaman tinggal di lokasi tersebut. Contohnya jika lingkungan terlalu lembab maka tembok rumah kita mudah berjamur, karena biasanya lembab karena tidak pernah tersinari oleh sinar matahari sehingga tembok menjadi basah dan berjamur. Sebaliknya jika panas matahari cukup banyak bersinar secara terik dan tanaman pelindung sedikit maka lingkungan akan menjadi kering dan suhu udara cenderung panas lalu menyebabkan angin yang berhembus juga terasa panas [kering]
 

3. CURAH HUJAN
Hujan adalah tetesan air hasil dari pengembunan yang jatuh ke permukaan bumi. Hujan dapat bermacam-macam menurut ukuran diameternya. Ada yang kecil disebut dengan hujan halus, agak besar disebut hujan sedang dan butiran besar yang akan menghasilkan hujan lebat. Hujan merupakan bagian penting dari siklus air yang terjadi di permukaan bumi kita. Air dari lautan yang menguap kemudian akan menjadi awan lalu turun menjadi hujan dan meresap ke tanah serta ke sungai untuk kembali ke laut dan begitu seterusnya sehingga permukaan bumi memiliki kandungan air tanah yang cukup. Namun jika hujan yang terjadi diluar kendali dan terlalu besar maka akan menyebabkan terjadinya banjir yang tentunya juga merugikan kita semua. Curah Hujan diukur dengan alat yang disebut Pluviometer atau Rain Gauge

 

4. TEKANAN UDARA
Tekanan udara adalah jumlah volume udara yang menekan permukaan bumi. Dihitung dengan satuan milibar dan menggunakan alat yang bernama Barometer. Seperti penjelasan tentang Kelembaban udara diatas, bahwa udara memiliki berat. Udara sebenarnya memiliki massa dan berat yang menekan permukaan bumi kita. Tekanan udara ini dipengaruhi oleh Suhu Udara, dimana ketika suhu udara tinggi [panas] maka tekanan udara yang dihasilkan menjadi rendah. Hal ini disebabkan karena ketika suhu udara tinggi maka udara justru dipanaskan sehingga udara mengembang justru ke atas, sehingga yang menekan permukaan bumi menjadi lebih sedikit maka kondisi ini kita sebut dengan Tekanan Udara Rendah. Jika suhu udara rendah [dingin] maka udara tidak akan mengembang ke atas sehingga udara lebih banyak berada di bawah, hal ini dikatakan tekanan udaranya menjadi tinggi. Contoh paling sederhana adalah ketika kalian merasakan hembusan AC, secara tidak disadari dinginnya AC terkadang lebih banyak kita rasakan di bagian kaki. Hal ini disebabkan pada saat dingin massa udara tidak mengembang ke atas melainkan menuju ke bawah. Karena banyaknya uap air yang ada di lokasi itu maka tekanan udaranya disebut tinggi. Tekanan udara diukur dengan alat yang bernama Barometer.
 

5. ANGIN
Angin merupakan udara yang bergerak. Pergerakan angin ini dipengaruhi oleh adanya perbedaan tekanan udara dan suhu. Angin akan bergerak dari tempat yang bertekanan udara tinggi ke tempat yang bertekanan udara rendah. Suatu daerah jika kondisinya panas maka daerah ini akan memiliki tekanan udara yang rendah maka angin akan bergerak menuju ke tempat tersebut dari suatu tempat yang suhunya relatif lebih dingin. Lokasi dengan suhu udara yang rendah [dingin] maka memiliki tekanan udara yang tinggi. Contohnya adalah ketika kita membuka kulkas dimana saat dibuka pintu kulkas tersebut maka udara dingin keluar dari dalam kulkas tersebut, hal ini menandakan adanya tekanan udara yang cukup tinggi di dalam kulkas dibandingkan dengan luar kulkas. 



Angin terdiri dari berbagai macam bentuk diantaranya adalah :
Angin Darat > Angin ini berhembus dari darat menuju ke lautan. Angin darat ini terjadi karena daratan punya ciri utama lebih mudah panas dan mudah dingin. Pada saat malam hari, ketika matahari tidak bersinar lagi maka daratan tiba tiba menjadi lebih dingin lagi. Hal ini disebabkan volume daratan di permukaan bumi hanya 1/3 dari keseluruhan, sehingga relatif lebih mudah berubah-ubah suhunya. Pada malam inilah daratan dikatakan memiliki tekanan udara tinggi. Lautan pada malam hari tidak dengan mudah menjadi dingin seperti daratan, karena volume lautan lebih besar dari daratan. Sehingga lautan suhunya relatif masih tinggi [panas] hal ini menyebabkan lautan mengalami tekanan udara rendah. Maka angin akan bergerak dari daratan menuju ke lautan pada saat malam hari. Biasanya nelayan mencari ikan memanfaatkan angin darat ini untuk mendorong kapalnya menuju lautan.

Angin Laut > Angin ini berhembus dari laut menuju ke daratan. Angin laut ini terjadi karena daratan masih punya ciri utama yaitu lebih mudah panas dan mudah dingin. Pada saat siang hari, ketika matahari bersinar lagi, maka daratan tiba tiba menjadi lebih panas lagi. Hal ini disebabkan volume daratan di permukaan bumi hanya 1/3 dari keseluruhan, sehingga relatif lebih mudah berubah-ubah suhunya. Pada siang inilah daratan dikatakan memiliki tekanan udara rendah. Lautan pada siang hari tidak dengan mudah menjadi panas seperti daratan, karena volume lautan lebih besar dari daratan. Sehingga lautan suhunya relatif masih rendah [dingin] hal ini menyebabkan lautan mengalami tekanan udara tinggi. Maka angin akan bergerak dari lautan menuju ke daratan pada saat siang hari.

Angin Gunung > Angin ini berhembus dari gunung menuju ke lembah. Angin gunung ini terjadi karena puncak gunung punya ciri utama yaitu lebih mudah panas dan mudah dingin sama seperti daratan. Pada saat siang hari, ketika matahari bersinar, maka puncak gunung menjadi lebih panas lagi. Hal ini disebabkan jika ketinggian lokasi semakin tinggi berarti semakin dekat dengan matahari, sehingga relatif lebih mudah berubah-ubah suhunya. Pada siang inilah puncak gunung dikatakan memiliki tekanan udara rendah. Lembah pada siang hari tidak dengan mudah menjadi panas seperti puncak, Sehingga lembah suhunya relatif masih rendah [dingin] hal ini menyebabkan lembah mengalami tekanan udara tinggi. Maka angin akan bergerak dari lembah menuju ke puncak pada saat siang hari.


Angin Lembah > Angin ini berhembus dari lembah menuju ke gunung. Angin lembah ini terjadi karena puncak gunung punya ciri utama yaitu lebih mudah panas dan mudah dingin sama seperti daratan. Pada saat malam hari, ketika matahari tidak bersinar, maka puncak gunung menjadi lebih dingin lagi.Pada malam inilah puncak gunung dikatakan memiliki tekanan udara tinggi. Lembah pada malam hari tidak dengan mudah menjadi dingin seperti puncak, Sehingga lembah suhunya relatif masih tinggi [panas] hal ini menyebabkan Gunung mengalami tekanan udara tinggi. Maka angin akan bergerak dari gunung menuju ke lembah pada saat malam hari. Untuk melakukan pengukuran angin, maka digunakan alat yang bernama Anemometer. 




6. INTENSITAS PENYINARAN MATAHARI
Penyinaran matahari memegang peranan kunci dalam unsur-unsur yang mempengaruhi baik cuaca dan iklim di permukaan bumi. Unsur-unsur cuaca lainnya terjadi karena adanya pengaruh kuat dari penyinaran matahari. Matahari sendiri merupakan bintang di jagad raya yang mampu menghasilkan energi dan cahaya sendiri. Di dalam tata surya kita, matahari menjadi pusatnya dan memancarkan energinya ke seluruh penjuru tata surya, sehingga planet-planet sangat bergantung kepadanya. Matahari juga memiliki gravitasi yang mampu mengikat planet-planet tetap berada di jalur revolusinya. 


Ketika matahari bersinar maka pancaran sinar hasil dari reaksi Fusi [penggabungan inti] yang terjadi di dalam matahari akan memancarkan sinar terang yang membawa energi dalam jumlah yang besar ke penjuru tata surya. Energi panas ini yang akan mempengaruhi kehidupan di semesta, terutama bumi. Tanpa sinar matahari maka tidak akan ada suhu dingin dan panas, tidak ada suhu maka tidak akan pernah ada perbedaan tekanan udara, kelembapan udara, angin dan hujan. Semua ini disebabkan karena adanya perbedaan intensitas penyinaran yang terjadi dari matahari. 
Ada 3 hal yang mempengaruhi intensitas penyinaran matahari ke bumi :
a. Kondisi Awan > hal ini jelas sangat berpengaruh terhadap penyinaran yang diterima oleh bumi contohnya adalah ketika matahari bersinar cerah namun tertutup awan pekat maka suhu udara akan turun drastis menjadi lebih dingin dan manusia akan merasakan suhu dingin tersebut, hal ini sangat mempengaruhi semua elemen kehidupan di bumi.  Manusia harus menyiapkan air hangat karena kedinginan, pola cuaca akan berubah karena adanya perubahan suhu dll.



b. Sudut Datang Sinar juga mempengaruhi intensitas penyinaran matahari dimana semakin tinggi sudut yang dihasilkan maka penyinaran akan jauh lebih banyak dan suhu juga akan lebih tinggi. Jika manusia berada di kawasan tropis maka dia akan merasakan penyinaran matahari yang penuh selama 12 jam karena cenderung tegak lurus permukaan bumi, namun jika dia berada di kawasan sub tropis atau mungkin kutub maka jumlah penyinaran mataharinya akan semakin rendah karena sudut penyinaran matahari dengan bumi menjadi rendah [<90 derajat].


c. Lama Penyinaran Matahari juga memiliki peran penting dimana semakin lama matahari bersinar maka suhu yang dihasilkan juga akan berbeda. Di wilayah tropis suhu udara cenderung panas karena memang terpapar oleh penyinaran matahari penuh selama 12 jam, sedangkan di kawasan kutub, suhu udara mencapai minus karena penyinaran hanya berlangsung selama 3 bulan atau sehari hanya mendapat sinar kurang lebih 3 jam. Untuk mengukur lama matahari bersinar biasanya digunakan alat yang bernama Bola Stokes, dimana kertas yang berwarna hitam akan terbakar sehingga kita akan mengetahui jika hari itu memang matahari bersinar secara efektif.


MANFAAT KONDISI IKLIM DAN CUACA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
1. Hubungan Iklim dan Cuaca terhadap perkembangan Teknologi
Situasi iklim yang beraneka ragam dialami oleh menusia telah mendorong manusia untuk menciptakan berbagai inovasi teknologi dalam mensiasati kondisi tersebut. Sebagai contohnya misalnya ketika kita hidup di kawasan tropis yang cenderung panas, maka kita akan kreatif menciptakan teknologi untuk mengurangi hawa panas tersebut sehingga kita menciptakan pendingin ruangan atau AC supaya kita nyaman. Demikian pula sebaliknya ketika manusia hidup di wilayah yang dingin, maka mereka menjadi kreatif untuk menciptakan penghangat ruangan supaya mereka bisa nyaman.




2. Hubungan Iklim dan Cuaca sebagai sumber Energi
Beberapa wilayah di dunia dikaruniai oleh situasi alam yang menguntungkan, misalnya salah satunya adalah wilayah tropis yang kaya akan sinar matahari. Dengan pola iklim yang panas, maka banyak negara tropis kemudian memanfaatkan sumber panas matahari ini menjadi energi untuk kebutuhan listrik mereka dengan memasang solar panel. Sehingga mengurangi penggunaan energi fosil untuk listrik mereka.

Wilayah negara-negara yang dikatakan memiliki pola iklim yang "jelek" karena situasi cuaca sering ekstrim, ternyata juga punya potensi menghasilkan energi melalui fenomena yang terjadi di wilayahnya. Misalnya di kawasan Inggris yang bersentuhan dengan Samudera Atlantik dengan pola ombak yang relatif besar, justru telah mampu mengembangkan sebuah pembangkit listrik dengan memanfaatkan gelombang laut yang memang besar tersebut.


3. Hubungan Iklim dan Cuaca dengan Potensi Wisata
Banyak negara ditakdirkan untuk memiliki ciri iklim dan cuaca yang unik. Ada wilayah yang berada di tropis dengan tingkat penyinaran matahari yang tinggi, namun ada wilayah yang juga minim dengan situasi matahari tersebut bahkan cenderung dingin dan bersalju. Tetapi saat ini setiap negara akan memaksimalkan potensi alam tersebut dengan berbagai cara sehingga perbedaan pola iklim tersebut justru menjadi hal yang menguntungkan. Contohnya misal ketika banyak warga Eropa dan Amerika yang berada di Utara bumi, karena sering merasa kedinginan dan jarang mendapat sinar matahari penuh, mereka sangat menyukai berwisata di kawasan tropis seperti pantai atau hutan di wilayah Indonesia, Brazil atau Karibia. Tentu hal ini menguntungkan bagi negara-negara tersebut sebagai sumber pendapatan negara.

 

Begitu pula sebaliknya, banyak negar-negara kawasan dingin berloba-lomba menawarkan wisata dingin kepada wisatawan terutama warga daerah tropis untuk mencoba sensasi salju misalnya dalam bentuk ski, hiking, dll. Mereka menawarkan itu karena memang situasi alam ini tidak akan pernah dijumpai di wilayah tropis.


  

Rabu, 06 Januari 2016

IKLIM Dan CUACA

Bumi merupakan planet yang dikaruniai kelebihan dibandingkan dengan planet lain di sistem tata surya kita saat ini. Bumi mampu mempertahankan eksistensi kehidupan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Semua ini berkat adanya lapisan pelindung bumi yang sering kita sebut "Atmosfer". Dengan adanya atmosfer inilah kita mampu tetap merasakan hembusan udara segar yang membuat kita mampu hidup dan berkembang di bumi. Seluruh elemen kehidupan di bumi ada berkat adanya Atmosfer ini. Atmosfer merupakan lapisan udara tipis yang menyelubungi bumi sehingga udara tidak keluar ke ruang angkasa secara bebas. Banyak sekali manfaat atmosfer bagi kita penghuni bumi.

 Lapisan Atmosfer Pelindung Bumi
Lapisan atmosfer ini terdiri dari beberapa lapis dengan peran dan fungsi masing-masing yang saling melengkapi sehingga menjadi pelindung bagi kehidupan di permukaan bumi.


Lapisan pertama disebut dengan Troposfer, lapisan ini memiliki ketebalan 0-18 km diatas permukaan bumi dan memiliki fungsi diantaranya sebagai area terjadinya cuaca yaitu hujan, angin dan udara. Di lapisan ini kita bisa menghirup udara karena 80% mengandung massa gas atmosfer, kita bisa juga merasakan pola cuaca terjadi seperti adanya hembusan angin, hujan, badai dsb. Di lapisan ini juga tempat dimana pesawat udara banyak melakukan aktivitas penerbangannya. Jika kalian perhatikan ketika menaiki sebuah pesawat terbang komersial maka pilot akan mengatakan bahwa "pesawat akan terbang di ketinggian 30.000 kaki", yang artinya kurang lebih 10 km.



Pesawat komersial seperti ini tentu tidak di desain untuk terbang dengan ketinggian melebihi batas troposfer karena mesin jet memerlukan pasokan oksigen untuk pembakaran mesinnya sehingga mereka tetap terbang di batas lapisan troposfer yang kaya akan gas-gas atmosfer. Disamping itu jika terbang semakin tinggi maka tekanan udara di wilayah tersebut juga akan semakin rendah yang akan mempengaruhi penumpang pesawat jika tidak menggunakan perlengkapan khusus seperti tabung oksigen atau baju tebal karena pesawat udara komersial penumpang tidak didesain seperti itu.
Lapisan Troposfer ini memiliki ketebalan yang berbeda di bumi, jika berada di khatulistiwa maka ketebalannya bisa mencapai 18 km, namun semakin mendekati kutub ketebalan berkurang bahkan hanya mencapai 8 km. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh gerakan rotasi bumi mengelilingi sumbunya.  

Lapisan kedua adalah Stratosfer dengan ketebalan 18-60 km diatas permukaan bumi. Ciri dari Stratosfer diantaranya adalah ketika semakin tinggi maka udara akan terasa semakin panas karena adanya lapisan O3 atau Ozon. Ozon yang berwarna hijau sangat penting bagi kita karena lapisan ini memfilter sinar Ultraviolet [UV] Matahari yang membahayakan kesehatan manusia. Sinar ini dipercaya menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker kulit jika terpapar langsung ke tubuh manusia. 


Selain mampu memfilter sinar UV maka Stratosfer juga menjadi sarana penerbangan bagi pesawat yang mampu terbang tinggi, biasanya digunakan untuk kepentingan riset atau militer. Pesawat yang mampu terbang di ketinggian ini didesain khusus dan perlengkapan pilotnya pun tidak seperti pesawat udara di ketinggian Troposfer, karena pilot memerlukan baju tebal dan juga pasokan oksigen khusus seperti yang ada dalam gambar berikut ini adalah pesawat mata-mata U-2 milik USAF yang mampu terbang dengan ketinggian 75.000 kaki diatas bumi dengan perlengkapan pilot layaknya seorang astronout.

 

Lapisan Atmosfer selanjutnya disebut lapisan Mesosfer dengan ketebalan 60-80 km. Pada lapisan ini terjadi peristiwa terbakarnya benda-benda angkasa yang akan memasuki bumi. Sehingga dikatakan bahwa lapisan inilah pelindung bumi yang penting. Bisa dibayangkan jika material batu meteorit seukuran rumah menimpa bumi maka akan menghasilkan ledakan dahsyat yang dapat merugikan, oleh karena adanya Mesosfer ini maka batuan tersebut dapat dipecah pecah dan terbakar menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga ketika jatuh ke bumi tidak terlalu membahayakan. Di ruang angkasa terdapat jutaan bahkan miliaran batu asteroid yang bisa sewaktu waktu menghantam planet di tata surya kita.


Pada lapisan ini mulai terjadi penurunan suhu seiring ketinggiannya, di mana sudah mulai terjadi pembentukan kristal es yang berasal dari uap air.
Lapisan atmosfer terakhir disebut Termosfer yaitu lapisan ke 4 yang memiliki ketebalan 80 hingga 800 km. Pada lapisan ini terdapat reaksi ionisasi partikel listrik sehingga menyebabkan lapisan ini mampu memantulkan sinyal dari bumi. Banyak digunakan untuk kepentingan radio komunikasi atau radar. Karena adanya reaksi ionisasi tersebut maka lapisan ini sering dijuluki pula lapisan Ionosfer.  

 

Pada lapisan ini juga menjadi tempat yang ideal bagi kegiatan ruang angkasa seperti satelit atau pesawat ulang alik melakukan aktivitasnya. Di ketinggian ini banyak satelit beredar mengelilingi bumi dengan arah rotasi utara-selatan atau barat-timur.

Selasa, 17 November 2015

KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA

Bumi merupakan kajian fisik yang menarik untuk dibahas. Dalam tata kehidupan di bumi ini terdapat 2 elemen penting yang dapat kita pelajari yaitu unsur fisik bumi itu sendiri dan unsur manusia sebagai penghuni dari bumi.itu. Antara unsur fisik berupa kenampakan lahan, kondisi geomorfologi, iklim cuaca dan yang lainnya ternyata memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan manusia sebagai penghuninya. Oleh karena itu selain mempelajari bumi sebagai benda fisik maka mempelajari pola kehidupan manusia juga menjadi penting untuk dilakukan.

Pada dasarnya manusia diciptakan dengan 2 sifat dasar yang menyertainya. Manusia diciptakan sebagai makhluk Individu dan manusia sebagai makhluk Sosial

Manusia sebagai makhluk Individu artinya manusia terkadang tidak memerlukan kehadiran orang lain dalam kehidupannya atau dalam aktivitasnya. Manusia memerlukan kesendirian dan tidak memerlukan keterlibatan dengan orang lain. Beberapa aktivitas menunjukkan peran individu tersebut diantaranya ketika menangis, berdoa, belajar, tes, berduka, berpikir, makan dll.




Manusia sebagai makhluk Sosial artinya manusia tidak bisa hidup tanpa kehadiran dan peran orang lain. Banyak contoh dimana kita sebagai manusia memang tidak bisa tanpa orang lain. Misalnya ketika kita membeli sebuah baju. Bisa dibayangkan jika baju yang kita beli ternyata dihasilkan oleh ribuan tangan dari sebuah perusahaan tekstil yang membuat baju tersebut sejak pemintalan kapas dilakukan hingga distribusi produk tersebut ke toko dan mal. Sekali lagi bahwa satu barang yang kita gunakan saat ini melibatkan ribuan orang terlibat di dalamnya.


Kemudian contoh lain ketika dalam berorganisasi, maka jelas manusia membutuhkan peran serta orang lain dalam memberikan ide, wawasan, dan diskusi sebelum mengambil sebuah keputusan agar dicapai sebuah hasil yang terbaik. Kemudian sebuah tim sepakbola yang bertanding dan bisa memenangkan sebuah pertandingan pasti karena adanya kerjasama yang kompak antara pemain satu dengan yang lain, sehingga mereka mampu mengalahkan lawan mereka. Seorang kiper tidak akan mampu membendung serangan lawan tanpa adanya bantuan seorang bek, dan mereka juga tidak akan menghasilkan pertandingan yang baik tanpa kehadiran striker atau pemain sayap. Inilah kenapa banyak hal manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain.


Dalam hidupnya, manusia sebagai makhluk individu dan sosial akan saling bertemu dan berinteraksi dengan manusia yang lain. Manusia dapat berhubungan dengan manusia yang lain baik secara individu maupun kelompok. Ketika manusia mampu melakukan jalinan hubungan saling mempengaruhi antara individu dengan individu ataupun individu dengan kelompok ini maka disebut Interaksi Sosial. 

Contoh yang bisa kita ambil dalam keseharian kita adalah seorang guru yang sedang melakukan interaksi di dalam kelas dengan para siswa yang berjumlah 20 orang. Guru ini seorang individu yang sedang berinteraksi dengan puluhan murid, dimana guru ini mengajarkan pelajaran dan juga kebiasaan kebiasaan yang baik kepada para siswa, sehingga siswa mendapat pengaruh yang baik dalam kehidupan dan sikapnya. Interaksi sosial berarti dalam hubungan yang terjalin antar manusia tersebut memiliki pengaruh yang kuat yang membentuk karakter dan sifat manusia itu.


Contoh lain adalah ketika seorang Dokter memeriksa pasiennya, dimana dokter akan memberikan masukan, resep dan saran supaya pasien cepat sembuh. Di sisi lain bentuk interaksi yang muncul adalah ketika pasien tersebut percaya dan melakukan hal-hal yang dikatakan oleh si dokter tersebut. Interaksi sosial ini terbentuk karena dokter mampu meyakinkan si pasien bahwa dia harus melakukan hal-hal untuk memulihkan kesehatannya.


Ketika manusia melakukan Interaksi Sosial hal ini dapat dilakukan karena adanya 4 faktor pendukung sebagai agen/saluran/media bagi manusia dalam melakukan interaksi tersebut. Agen sosialisasi ini akan mempengaruhi Proses Sosial dalam diri manusia. Proses Sosial adalah proses terbentuknya karakter dan kepribadian dari manusia akibat adanya interaksi sosial yang dilakukannya.

Interaksi Sosial sendiri memiliki 2 bentuk yaitu Interaksi Sosial Asosiatif dan Interaksi Sosial Disosiatif. Interaksi sosial Asosiatif adalah penggabungan antara 2 tanggapan indrawi yang berlangsung secara baik. Asosiatif dapat berupa Kerjasama, Akomodasi, Asimilasi atau Akulturasi.

KERJASAMA adalah kemampuan seseorang bekerja secara bersama-sama dengan orang lain secara kelompok maupun individu dalam menyelesaikan tugas sehingga memperoleh hasil yang optimal. Kerjasama memiliki berbagai bentuk yang lebih luas diantaranya :

1. Kerukunan > merupakan kondisi yang damai tenteram yang tercipta karena tidak adanya perselisihan atau perbedaan pendapat karena setiap individu saling mengutamakan rasa saling menghargai satu sama lain. Contoh yang nyata adalah ketika kita mampu menjaga situasi damai di lingkungan tempat tinggal kita dimana tetangga kita tidak semuanya seagama dan sesuku yang sama dengan kita. Kita bisa hidup berdampingan dengan damai tanpa perpecahan dan saling gotong royong membangun lingkungan tempat tinggal kita.

2. Tawar Menawar > Merupakan aktivitas yang terjadi diantara manusia dengan manusia lain ketika akan menuju ke suatu titik harga yang disepakati secara baik-baik tanpa adanya unsur keterpaksaan satu sama lain. Penentuan harga terakhir merupakan kesepakatan bersama yang menguntungkan semua pihak.

 
3. Joint Venture > merupakan bentuk kerjasama individu dengan individu atau dengan kelompok dimana disana terdapat adanya orientasi bersama untuk mendapatkan keuntungan dan juga dilandasi dengan modal fisik yang jelas. Contohnya ketika seorang ayah menyisihkan kekayaannya sebesar 1 miliar untuk bergabung dengan temannya yang lain yang memiliki uang 500 juta, mereka kemudian mendirikan Rumah Makan secara bersama dan ketika mendapatkan keuntungan maka keduanya akan mendapat untung yang akan dibagi sesuai dengan kesepakatan di awal.


AKOMODASI adalah usaha mencapai keseimbangan dalam interaksi antar individu dengan individu atau dengan kelompok dalam rangka menjaga supaya tidak terjadi pertentangan dan mencapai kestabilan dan kerukunan. Akomodasi juga meliputi :
1. Kompromi adalah rasa pengertian di kalangan masyarakat supaya diperoleh penyelesaian yang terbaik terhadap suatu masalah. Contohnya ketika seluruh dunia sadar akan pemanasan global maka tidak hanya negara berkembang saja yang harus menyelesaikan permasalahan ini tetapi juga negara maju juga harus bekerjasama mengatasi masalah lingkungan tersebut.

 

2. Paksaan adalah bentuk pemaksaan kehendak dari masyarakat atau individu yang lebih kuat kepada yang lebih lemah. Kaum yang lemah karena merasa tidak mampu maka mereka akan cenderung mengikuti terus kehendak kelompok yang kuat tersebut karena takut terlibat masalah yang lebih besar. Dan umumnya mereka sadar karena mereka lemah maka wajar kalau berada di bawah pengaruh yang kuat. Contohnya ketika MOS, masih ada sekolah yang melakukan perploncoan bagi siswa baru oleh kakak kelas mereka, dan mereka semua mematuhi apa yang diinginkan kakak kelasnya walaupun terkadang tidak rasional.



3. Mediasi adalah penyelesaian pertikaian/pertengkaran dengan menggunakan bantuan orang ke 3 yang netral dalam membantu mencarikan solusi yang terbaik bagi penyelesaian konflik tersebut. Ronald dan Dewa adalah 2 orang sahabat yang sejak SD mereka dikenal sangat dekat satu sama lain. Oleh karena sesuatu hal mereka kemudian terlibat pertikaian dan pertengkaran. Melihat kejadian itu datang Pak Husein seorang dosen tempat mereka berdua kuliah. Pak Husein mendamaikan Ronald dan Dewa sehingga mereka berdamai. Pak Husein dalam hal ini telah menjalankan peran dan fungsinya sebagai mediator, yaitu orang ke 3 yang membantu penyelesaian konflik atau pertikaian antar manusia. Dia bersifat netral dan mampu memberikan solusi yang baik agar pertikaian diselesaikan dengan baik.


4. Penyelesaian Pengadilan merupakan bentuk sarana masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan/pertikaian yang berat dengan orang lain jika dirasakan jalur kekeluargaan tidak berguna lagi. Penyelesaiannya berlandaskan aturan hukum yang berlaku dan dilakukan oleh Hakim yang memberikan keputusan. Misalnya Pak Anwar merasa ditipu ketika akan bekerjasama dengan Pak Adi, dia merasa ditipu Pak Adi tersebut dan menganggap dia telah merugikan dia sebesar 500 juta rupiah. Karena Pak Adi tidak mau bekerjasama dengan baik menyelesaikan masalah tersebut maka Pak Anwar membawa kasus ini ke Pengadilan untuk mendapatkan keadilan.




AKULTURASI adalah percampuran kebudayaan dimana ketika budaya satu bergabung dengan budaya lain tidak menghilangkan ciri dari masing masing budaya tersebut. Akulturasi budaya yang ada di sekitar kita misalnya ketika candi borobudur dibuat. Candi ini merupakan perpaduan 2 kebudayaan yaitu kebudayaan masyarakat Indonesia dan kebudayaan India. Budaya Indonesia yang tampak adalah bentuk candi yang bertingkat-tingkat. Ini merupakan ciri khas bangunan bagi penyembahan dewa di nusantara yang selalu dibuat bertangga. Sementara itu ornamen India yang tampak adalah di sepanjang dinding candi tampak adanya relief [ukiran batu] yang menjadi ciri khas bangunan keagamaan di India.





ASIMILASI adalah percampuran kebudayaan dimana ketika budaya satu dengan yang lain bergabung menghasilkan bentuk kebudayaan yang baru sama sekali. Asimilasi budaya yang dapat kita saksikan adalah adanya percampuran budaya kaum Dravida dan kaum Arya di India. Kaum Dravida merupakan penduduk asli India sedangkan kaum Arya merupakan penduduk pendatang dari Asia Tengah. Keduanya akhirnya hidup membaur dimana budaya dari Arya dan Dravida kemudian melebur menjadi sebuah budaya baru yang disebut dengan Hinduisme. Dalam budaya Hindu ini unsur Arya dan Dravida sudah tidak terlihat kembali, semuanya tampak baru menjadi budaya Hinduisme.  


Gambaran dari Suku Arya [Pendatang]

Gambaran dari Suku Dravida [Penduduk Asli]
Interaksi Sosial Disosiatif adalah merupakan proses sosial yang bersifat perpecahan antara 2 obyek sebagai akibat perbedaan tanggapan 2 indrawi. Perbedaan tanggapan indrawi ini menyebabkan terjadinya perpecahan, pertikaian, perbedaan pendapat antar manusia. 



Proses Disosiatif terdiri dari 3 tingkatan yaitu :
1. Tahap Persaingan adalah tahap dimana manusia saling bersaing satu sama lain untuk mencapai sebuah tujuan yang diinginkan. Persaingan terkadang dilakukan secara baik namun banyak juga dilakukan secara tidak baik. Persaingan dapat terjadi di individu atau kelompok. Contohnya ketika Ruth merasa bersaing dengan Mithe karena ingin mendapatkan posisi Ketua Kelas. Mereka diam-diam bersaing dengan mencari popularitas di depan teman-temannya. Persaingan dalam kelompok misalnya sebuah tim sepakbola, yang melakukan berbagai cara supaya menang terhadap lawannya. Mereka bersaing untuk menciptakan gol sebelum waktu pertandingan habis.


2. Tahap Kontra yaitu tahapan diantara tahap Persaingan dengan tahap Konflik. Tahapan ini ditandai dengan adanya perasaan tidak puas terhadap orang lain atau kelompok lain. Contoh ketika Sinta membeli baju bersama Mamanya, Sinta memaksa agar dibelikan baju model terkini yang trendy dan warna-warni cerah. Namun hal ini ternyata ditolak oleh mamanya yang ingin agar anaknya memakai baju dengan desain sederhana, kalem, tidak mencolok. Terjadilah adu argumen dan perdebatan diantara Sinta dan Mama dengan membawa alasan masing-masing.


3. Tahap Konflik yaitu tahapan dimana individu atau kelompok berusaha memenuhi kepentingannya dengan jalan menentang pihak lain dengan ancaman dan kekerasan. Konflik yang terjadi di sebuah kelas misalnya ketika Ketua kelas mewajibkan setiap warga kelas menyiapkan uang kas sebesar 50 ribu rupiah per bulan yang tidak dikomunikasikan terlebih dahulu kepada murid di kelas, sehingga mereka menentang dan tidak mau membayar uang kas tersebut. Contoh yang dilakukan oleh kelompok adalah negara Jepang menjajah negara-negara Asia di perang Dunia II karena dia ingin mendapatkan sumberdaya alam.