Cari Blog Ini

Sabtu, 02 April 2016

KEGIATAN EKONOMI MANUSIA : DISTRIBUSI

Dalam teori ekonomi dikatakan bahwa manusia ketika ingin memenuhi kebutuhan hidupnya baik berupa barang dan jasa akan melakukan proses produksi, distribusi dan konsumsi. Dalam paparan sebelumnya telah dijelaskan berbagai kegiatan produksi yang telah dilakukan oleh manusia dengan aneka macam jenisnya, maka paparan kali ini akan lebih membahas proses distribusi dan konsumsi sebagai mata rantai yang penting dalam kegiatan ekonomi manusia.
Distribusi terjadi jika proses produksi telah selesai dilakukan oleh produsen di lingkup produksi, barang kemudian di distribusikan di saluran distribusi dengan tujuan agar barang tersebut nantinya dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Tujuan utama dari distribusi yang dilakukan meliputi :
a. Mendekatkan barang hasil produksi kepada konsumen dimana ketika barang diproduksi, maka konsumen tidak bisa membeli barang tersebut secara langsung kepada produsen [kecuali beberapa produk tertentu]. Sebagai contohnya ketika sebuah mobil dibuat, maka produsen mobil tersebut tidak akan menjual mobil tersebut di pabriknya secara langsung, melainkan mereka akan menempatkan mobil tersebut di dealer / showroom penjualan atau pameran resmi dimana konsumen bisa membeli baik secara tunai atau angsuran. Hal ini dilakukan karena melayani penjualan cukup rumit dan memerlukan tenaga yang handal untuk mampu menjelaskan dan memaparkan karakteristik produk tersebut kepada konsumen. Banyak industri akhirnya memberikan kepercayaan kepada distributor [dealer dan showroom] untuk menjualkan produk mereka. Selain itu keputusan konsumen membeli sebuah kendaraan yang harganya mahal tentu menjadi pertimbangan yang benar-benar sulit dan butuh keputusan matang agar tidak kecewa setelah membeli, hal itu memerlukan kesabaran dan kecermatan dari dealer dan showroom ketika menawarkan produk mereka.
     
Contoh lain yaitu ketika masyarakat modern perkotaan saat ini banyak menghabiskan waktunya di mal atau pusat perbelanjaan dimana di tempat tersebut terpampang ribuan jenis barang atau jasa yang cukup menggoda untuk dibeli atau digunakan dengan aneka tawaran baik diskon atau bonus lain yang memikat. Secara tidak sadar konsumen disuguhi tampilan barang dan jasa secara langsung yang bisa membuat akhirnya mereka melakukan transaksi pembelian. Selain bisa membeli produk konsumen bisa memanfaatkan layanan jasa seperti pijat, bioskop, layanan travel dll. Bayangkan jika barang atau jasa tersebut tidak pernah dilihat oleh konsumennya, apakah konsumen akan membeli produk atau jasa tersebut ? Dalam hal ini mall dikatakan sebuah contoh pasar yaitu tempat yang mampu mendekatkan/bertemunya konsumen dengan barang dan jasa dari produsen.


b. Menghilangkan / Mengurangi hambatan ruang / geografis dimana konsumen terkadang memiliki kesulitan karena terkendala lokasi yang jauh dari produsen. Banyak pabrik atau industri berada di Indonesia barat sementara konsumen tersebar merata di seluruh wilayah nusantara baik di barat, timur, utara bahkan mancanagera. Hal ini tentunya tidak mungkin dilakukan secara langsung oleh produsen, mereka akan menggandeng distribusi untuk menyebarkan barang tersebut ke seluruh wilayah tinggal konsumen agar mereka dapat membelinya dengan mudah dan dengan biaya yang realistis. Contohnya adalah ketika banyak produsen elektronik Eropa dan Amerika melakukan ekspansi usaha di Asia. Hal ini mereka lakukan karena jika produk tersebut dihasilkan di wilayah mereka, dan hanya dijual di negara mereka maka kesempatan produk tersebut dibeli oleh orang Asia menjadi kecil dan harga menjadi mahal, kemudian mereka melakukan pembukaan gerai-gerai dan layanan penjualan di Asia, sehingga produk mereka bisa dikenal dan dibeli oleh konsumen di Asia. Bahkan mereka akhirnya banyak mendirikan unit produksi di Asia agar saluran distribusi produk mereka menjadi lebih pendek yaitu dibuat di Asia dan dijual di Asia. Hal ini tentunya akan menghemat ongkos produksi dan pada akhirnya akan membuat harga barang menjadi tetap wajar atau sama dengan di negaranya. 


Distribusi memegang peranan penting karena dapat mempengaruhi harga barang. Sebagai contoh lain adalah saat ini harga barang-barang konsumsi menjadi sangat mahal di wilayah Indonesia Timur. Hal ini terjadi karena saluran distribusi masih mengalami kendala yaitu mahalnya biaya transportasi dari unit produksi yang rata-rata berada di pulau Jawa Sumatera Sulawesi untuk kemudian dikirim ke wilayah semacam Papua atau Maluku atau Nusa Tenggara. Disribusi tidak maksimal karena layanan dilakukan secara kecil-kecil akibat terkendala fasilitas seperti jalan, bandara atau pelabuhan.


Distribusi yang baik dan pendek diharapkan mampu mengurangi beban biaya yang harus ditanggung oleh konsumen sehingga harga barang menjadi sama dengan wilayah lainnya. Kalau situasi ini tercipta maka roda perputaran ekonomi akan berjalan dengan lancar, semua pihak akan diuntungkan baik sebagai produsen [karena barangnya dibeli dan dia mendapatkan untung] dan juga konsumen karena dia mampu membeli dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan harga yang wajar.

Oleh karena itulah maka peran pemerintah menjadi sangat penting dalam menyediakan sarana dan prasarana agar saluran distribusi barang dan jasa di Indonesia menjadi baik dan lancar. Roda ekonomi negara akan terus berputar dengan baik dan membawa kesejahteraan masyarakat. Contoh paling sederhana adalah memperbanyak sarana infrastruktur seperti jalan, jembatan, rel kereta api, pelabuhan dan bandara udara di seluruh nusantara. Jika di Papua misalnya di wilayah pegunungan terdapat jalan yang baik maka pengiriman barang tidak perlu menggunakan pesawat udara yang dikenal sangat mahal, hal ini tentu akan membuat harga barang menjadi lebih murah. Atau di pulau-pulau terluar nusantara yang minim akses pelabuhan, jika dibuat pelabuhan yang baik dan besar maka kapal dapat bersandar dengan mudah sehingga barang dapat didistribusikan dengan cepat dan mudah, hal ini akan mempengaruhi harga paling tidak sama dengan di wilayah Indonesia bagian barat.


Barang dan jasa setelah keluar dari lingkup produksi maka harus didistribusikan kepada konsumen, maka siapa saja yang berperan penting dalam saluran Distribusi barang tersebut ?
a. Pedagang menjadi orang yang sangat penting perannya dalam membantu produsen menjual barang atau jasa produksi. Pedagang menjadi penghubung yang penting dengan konsumen dimana mereka melakukan interaksi dan juga transaksi jual beli yang pada akhirnya memberikan keuntungan bagi semuanya. Contohnya adalah pedagang perhiasan yang menjual aneka perhiasan di toko baik emas, perak atau jenis yang lain hasil produksi dari pengrajin perhiasan yang tersebar di berbagai lokasi.


b. Agen memiliki perang sangat penting dalam saluran distribusi, karena jika produsen ingin menyebarluaskan produk lebih luas lagi, maka peran agen akan menjadi tampak nyata. Produsen memiliki kendala jika akan bersentuhan dengan penjualan dan penyebarluasan produknya, maka dari itu mereka akan menggandeng agen untuk mendistribusikan produk kepada agen kecil atau pedagang sebelum dijual ke konsumen. Contohnya adalah agen gas LPG yang membantu menyebarkan produk gas dari Pertamina kepada pedagang di suatu wilayah sebelum dijual lagi oleh pedagang tersebut kepada konsumen.


c. Makelar merupakan istilah lain dari agen yang bekerja secara individual. Dia adalah orang yang bertindak sebagai penghubung antara 2 belah pihak yang berkepentingan dan  Pada praktiknya lebih banyak pada pihak-pihak yang akan melakukan jual beli. Disini ketika produsen dan konsumen mengalami kendala ketika akan mengadakan transaksi maka makelar dapat menjadi jembatan penting yang menghubungkan keduanya sehingga transfer barang/jasa dapat terjadi. Mereka akan bekerja atas dasar jasa komisi yang diberikan oleh kedua belah pihak. Banyak yang memandang makelar dengan konotasi negatif karena banyaknya kasus korupsi di Indonesia disebabkan adanya makelar ini, dan juga menambah harga karena adanya komisi untuk mereka, namun dari sudut pandang ekonomi fungsi dan peran mereka tetap dibutuhkan, apalagi ketika hubungan produsen dan konsumen tidak lancar dan bermasalah, yang menyebabkan sulitnya transfer barang/jasa dari produsen kepada konsumennya. Contohnya ketika negara-negara yang menggunakan suku cadang pesawat buatan Uni Soviet kala itu harus membeli suku cadang melalui makelar/broker di negara lain terlebih dahulu atau terkadang melalui pasar gelap karena mereka tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Uni Soviet [Russia].



d. Eksportir dan Importir juga berperan penting dalam rantai distribusi terutama jika berbicara tentang hubungan perdagangan internasional lintas negara. Mereka adalah saluran distribusi yang telah mendapatkan ijin resmi dari negara untuk mengirim barang ke luar negeri [eksportir] atau mendatangkan barang luar negeri yang akan dijual di negaranya [importir]. Keberadaan dan ijin yang diberikan tidak bisa sembarangan, karena menyangkut keamanan dan juga stabilitas harga di negara tersebut. Jumlah barang yang dieksport dan diimport pun juga diatur secara tegas oleh pemerintah agar tidak menimbulkan permasalahan ekonomi negara tersebut. 


Sebagai contohnya adalah ketika eksportir kayu tidak bisa sembarangan menjual produknya ke luar negeri, karena jika dijual secara sembarangan maka 
a. Komoditas kayu akan jatuh harganya, semakin banyak barang beredar di pasaran akan membuat harga barang menjadi jatuh atau lebih murah dari biasanya, tentunya hal ini akan merugikan. 
b. Mengancam kelestarian lingkungan, karena maraknya penebangan kayu untuk kemudian dikirim ke luar negeri maka jumlah hutan akan berkurang dan mengancam kelestarian lingkungan. Wilayah menjadi gundul sehingga mudah longsor atau banjir dan juga satwa kehilangan ekosistem mereka. Hal ini akan menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai keuntungan jika kayu tersebut dijual. 


c. Banyak Industri yang hancur seperti industri mebel [gambar dibawah] karena kesulitan memperoleh bahan baku akibat kayunya malahan dijual ke luar negeri. Oleh karena itu peran penting pemerintah selalu ditunggu sebagai regulator/pemegang kebijakan dalam membuat peraturan yang tepat bagi jumlah barang yang di-eksport atau di-import.   


Hal ini juga berlaku bagi importir, dimana ketika pemerintah tidak mengendalikan laju import barang dari luar negeri masuk ke suatu negara, maka dapat terjadi kehancuran ekonomi dalam negeri tersebut. Salah satu contoh yang sederhana terjadi ketika Pemerintah Indonesia pernah melakukan import pangan di masa lalu, dimana kemudian terjadi gejolak di kalangan petani karena beras hasil produksi mereka menjadi sangat murah dan mereka merugi. Hal ini terjadi karena banjirnya beras dari luar negeri ke Indonesia yang menyebabkan harga menjadi jatuh. 


Memang terkadang di waktu tertentu import diperlukan oleh suatu negara, hal ini dilakukan jika
a. Jumlah stok barang memang sangat kurang sehingga untuk memenuhi kebutuhan penduduknya maka negara perlu import. Contohnya ketika negara Rusia kekurangan pensil sehingga harus mengimport jutaan pensil dari Israel saat itu.
b. Harga barang yang mahal yang diakibatkan oleh permainan harga oleh tengkulak sehingga negara perlu melakukan import supaya barang menjadi lebih banyak jumlahnya dan harga menjadi normal kembali. Contohnya ketika sapi disimpan dan disembunyikan oleh tengkulak maka harga daging sapi menjadi mahal, maka negara mengimport sapi dalam jumlah yang besar agar harga daging sapi turun.
c. Belum adanya penguasaan teknologi sehingga perlu import barang-barang jenis tertentu yang secara teknologi memang sangat canggih untuk mendukung perekonomian dan konsumsi masyarakat negara tersebut. Contohnya ketika Indonesia harus membeli kapal selam yang berteknologi tinggi dari negara maju seperti Jerman atau Rusia karena memang penguasaan teknologi Indonesia belum secanggih dan setinggi negara-negara tersebut. Atau ketika masyarakat ingin menggunakan handphone dengan kualitas tercanggih, maka negara mengijinkan distributor mengiimport dari produsen di luar negeri seperti China atau Eropa.


d. Kendala lokasi, jarak dan distribusi dimana banyak kawasan terluar atau perbatasan dari suatu negara akan lebih mudah mendapatkan barang kebutuhan dari negara yang berbatasan dengannya dengan pertimbangan lebih dekat sehingga harganya lebih murah. Negara akan mengijinkan import terbatas supaya kebutuhan masyarakat di perbatasan tercukupi. Contohnya adalah masyarakat di Pulau Batam akan lebih murah membeli barang dari Singapura daripada membeli barang dari Pulau Jawa atau Sumatera karena jarak yang relatif dekat. Atau masyarakat di negara Timor-Timor sampai saat ini lebih menyukai membeli barang dari Indonesia daripada dari Australia karena lebih dekat, sehingga harga menjadi lebih murah.  


Sabtu, 19 Maret 2016

KEGIATAN EKONOMI MANUSIA : PRODUKSI

Ekonomi berasal dari kata Oikos dan Nomos yang jika diuraikan maknanya adalah sebagai berikut : Oikos artinya rumah tangga dan Nomos artinya tata / aturan sehingga diartikan sebagai pengaturan dalam rumah tangga. Apa yang diatur ? Sekarang coba kita mengingat kembali pada saat kita kecil ketika orangtua terutama ibu-ibu menyiapkan bekal uang saku untuk anak-anaknya dan juga beliau menyiapkan uang bagi belanjaan untuk makan seluruh anggota keluarga selama sehari. Hal ini tentu perlu kecermatan dan ketelitian agar pengeluaran yang terjadi tidak melebihi dari pendapatan yang diperolehnya dalam keluarga. 


Aturan atau tata yang ada dalam rumah tangga ini dimaksudkan bahwa pada hakekatnya manusia perlu menata pemenuhan kebutuhan kehidupannya. Manusia membutuhkan berbagai macam barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun dalam memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan penataan dan aturan yang baik supaya terjadi keseimbangan antara kebutuhan dan juga pendapatan yang dimilikinya. Jadi ketika manusia melakukan kegiatan ekonomi maka dia sedang melakukan rangkaian kegiatan dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya baik rohani dan jasmani, dengan melakukan proses produksi, distribusi dan konsumsi dalam bentuk barang maupun jasa.
Contohnya adalah ketika manusia memerlukan bensin dari minyak bumi untuk bahan bakar, maka dia akan melakukan proses produksi [secara ekstraktif] dengan mengambil minyak dari tambang di lautan [off shore] maupun di darat


lalu minyak tersebut diolah di tempat pengilangan minyak di darat untuk mendapatkan produk bensin dan produk turunan yang lainnya.


Lalu pada fase berikutnya setelah mendapatkan hasilnya, kemudian diantar dengan menggunakan truk tanki menuju SPBU [stasiun pengisian bahan bakar] lalu konsumen datang membeli bensin tersebut.


Keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut dikatakan merupakan kegiatan ekonomi manusia, karena terdapat unsur Produksi dimana minyak ditambang lalu diolah, kemudian dilanjutkan dengan unsur Distribusi karena minyak dikirim dengan menggunakan truk menuju SPBU, dan kemudian minyak di-Konsumsi karena dibeli oleh masyarakat. Produk yang dihasilkan adalah barang [bukan jasa], karena minyak atau bensin memiliki wujud nyata secara fisik berupa cairan dan fungsi dari minyak atau bensin untuk mendukung berbagai kebutuhan salah satunya yang bersifat rohani seperti digunakan untuk bahan bakar mobil ketika keluarga hendak pergi makan malam bersama, bahan bakar untuk kereta api ketika penumpang hendak pergi berwisata, dll, 

Mengapa manusia membutuhkan Ilmu Ekonomi ? Ketika manusia mempertahankan hidupnya, maka manusia akan melakukan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang beraneka ragam. Kebutuhan manusia sangat banyak sehingga mulailah muncul "kelangkaan" karena jumlah populasi manusia yang semakin bertambah namun sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia pelan-pelan semakin sedikit. Artinya ada sumberdaya yang terbatas namun permintaan semakin besar sehingga timbulah kelangkaan. Contoh BBM semakin habis maka harga BBM kemudian menjadi mahal karena Indonesia saat ini bukan kategori negara penghasil minyak bumi yang besar seperti dulu.

Oleh karena itu manusia harus cerdik dan pandai dalam mengelola sumberdaya yang terbatas ini supaya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya lebih lama atau bahkan bisa mengembangkan teknologi atau pengetahuan supaya manusia dapat menghasilkan sumberdaya tadi sepanjang waktu [renewable]. Disinilah peran penting dari ilmu ekonomi yaitu membantu manusia mengatasi kelangkaan, sehingga manusia dapat membuat keputusan yang paling optimal dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia dikatakan melakukan Tindakan Ekonomi yaitu tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan dengan melakukan pengorbanan sekecil-kecilnya namun memiliki manfaat sebesar-besarnya. Contohnya ketika Asti ingin membeli telur dia melakukan transaksi di warung sebelah rumah yang dekat daripada dia harus berkorban waktu, tenaga dan bahan bakar hanya untuk membeli telur tersebut di pasar yang jaraknya jauh. Disini tampak bahwa Asti melakukan tindakan ekonomi yang benar.

Tindakan ekonomi dapat kita pecah menjadi 2 yaitu Tindakan Ekonomi Rasional dimana orang melakukan tindakan ekonomi yang terukur, terencana dan masuk akal serta tidak merugikan. Contohnya Ersa memiliki gaji 1 juta rupiah per bulan, dan dia menerapkan gaya hidup sederhana dengan tidak mudah membelanjakan atau menghabiskan uangnya. Dan ada Tindakan Ekonomi Irasional yaitu tindakan yang dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tanpa berpikir jauh, tidak terukur dan merugikan.



Contoh banyak pejabat yang ditangkap KPK karena korupsi. Mereka melakukan hal tersebut karena penghasilan mereka cukup, namun keinginan mereka dan gaya hidup mereka terlampau besar, sehingga untuk memenuhinya harus melakukan korupsi. Atau contoh lain ketika kita membelanjakan uang kita terhadap barang di mal, yang pada akhirnya kita tidak pergunakan atau sia-sia.

Kegiatan ekonomi PRODUKSI
Merupakan rangkaian kegiatan manusia dalam memproduksi baik barang atau jasa dalam usahanya memenuhi kebutuhan hidup. Sebenarnya Kegiatan Produksi ini memiliki beberapa tujuan penting yang diharapkan yaitu : 
Memenuhi Kebutuhan Hidup dimana contohnya ketika manusia membutuhkan makanan, maka permintaan [demand] makanan sebagai kebutuhan dasar manusia [sandang, pangan, papan] akan menjadi besar, setiap hari manusia membutuhkan makanan untuk kebutuhan jasmani dirinya, dengan mendirikan pabrik makanan seperti mie instan misalnya maka kebutuhan tersebut akan tercukupi


Mencari Keuntungan akan mulai dilakukan ketika kebutuhan yang ada sudah bisa tercukupi sehingga pemilik usaha mulai mengambil keuntungan dari selisih harga saat memproduksi barang dengan harga jual. Orang akan menjual barang lebih tinggi harganya daripada ongkos produksi, karena produsen mulai mengambil keuntungan, apalagi barang tersebut sangat diminati masyarakat. Pada awal produksi mungkin belum mencari keuntungan tetapi lebih kepada ingin mengenalkan produk dan mencoba apakah produknya diterima konsumen atau tidak, maka banyak produk baru di pasaran jika kita lihat akan penuh dengan tawaran discount atau harga yang relatif lebih murah dibanding merk yang sudah mapan.


Menambah Modal dilakukan setelah keuntungan yang diperoleh tersebut semakin besar dan roda penjualan produk sangat lancar dan laris maka ada penumpukan keuntungan yang digunakan untuk membeli alat-alat baru, atau menambah pegawai, atau memperbesar pabrik, atau melebarkan sayap usaha ke lokasi lain [cabang usaha], atau bahkan memproduksi jenis produk baru sehingga baik kuantitas maupun kualitas produksi menjadi semakin meningkat. Contohnya banyak perusahaan otomotif Jepang yang melebarkan sayap usahanya dengan memperluas cabang pabriknya di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Hal ini dilakukan karena permintaan kendaraan sangat besar dan dengan menambah cabang produksi di negara lain akan mampu menekan biaya dan harga mobil supaya tidak lebih mahal.


Mempertahankan Usaha akan dapat dilakukan ketika modal yang terkumpul dari hasil keuntungan usaha semakin besar. Sebuah unit usaha akan menjadi semakin besar dengan jumlah aset / kekayaan perusahaan yang besar maka dia akan mampu terus mempertahankan usahanya sampai waktu yang lama. Coba perhatikan, banyak sekali perusahaan-perusahaan di dunia yang sampai saat ini namanya masih berkibar bahkan menyebar di seluruh dunia, karena dia mampu mencari keuntungan lalu menambah terus modal usahanya sehingga usahanya menjadi semakin besar dan tersebar di seluruh dunia, produknya juga tersebar di seluruh dunia dan terus eksis sampai saat ini.


Kegiatan Ekonomi Produksi sendiri dapat dibagi menjadi beberapa bidang yaitu :
Bidang Produksi Ekstraktif, yaitu ketika manusia mengekploitasi alam secara langsung tanpa mengolahnya terlebih dahulu. Ekstrak artinya mengambil secara langsung kekayaan alam tanpa manusia mengusahakan atau mempersiapkannya terlebih dahulu. Contohnya adalah ketika manusia mengambil bahan tambang seperti minyak bumi, batubara, gas alam atau mineral lainnya dimana bahan-bahan tersebut sudah berada di permukaan bumi sebelumnya secara alami tanpa campur tangan manusia.  


Lalu bidang ekstraktif yang lain yaitu ketika nelayan di lautan mengambil ikan yang berada di lautan itu. Ikan di lautan bebas [bukan kolam] tidak dipelihara oleh manusia dan oleh manusia ikan tersebut dipancing atau dijala oleh kapal penangkap ikan secara langsung untuk dijadikan bahan baku industri perikanan. Bisa juga pengambilan kayu di hutan liar yang banyak terdapat di Indonesia merupakan salah satu bagian dari bidang produksi ekstraktif, karena pohon di hutan bukan hasil budidaya dan pengelolaan manusia sebelumnya, pohon merupakan tumbuhan yang secara alami tumbuh di kawasan hutan tanpa adanya campur tangan manusia maka dapat disebut bidang ekstraktif.

Bidang Produksi Agraris merupakan bidang produksi yang melakukan pengelolaan alam terlebih dahulu sebelum diambil hasilnya. Contoh yang mudah dijumpai adalah ketika kita melihat seorang petani sedang menggarap sawah yang menjadi miliknya. Sawah tersebut menghasilkan padi yang akan dijual atau dikonsumsi. Namun padi memerlukan perawatan dan pengelolaan lebih dahulu sebelum menghasilkan panen misalnya harus diberi pengairan yang cukup, lalu diberi pupuk, lalu diberi obat anti serangga dll, sehingga manusia melakukan perawatan dan pengelolaan terhadap alam tersebut. 


Contoh lain adalah peternak dan juga perkebunan, dimana hewan hewan dipelihara dan dibudidayakan oleh manusia sebelum dijual untuk makanan. Perkebunan dimana tanaman kebun juga senantiasa diolah, dirawat dan dibudidayakan oleh manusia agar menghasilkan panen yang baik dan banyak.


Bidang Produksi Jasa adalah bisang produksi manusia yang tidak menghasilkan barang secara fisik, melainkan hanya menghasilkan pelayanan atau jasa. Bidang produksi ini cukup banyak sekali saat ini variasinya. Bidang jasa bisa meliputi Jasa Keuangan/Perbankan, Jasa Transportasi, Jasa Medis, Jasa Pendidikan, Jasa Ekspedisi, Jasa Hotel, dll. Contoh sederhana dari jasa adalah ketika orang meminta seorang sopir taksi untuk diantar ke suatu lokasi, maka sopir akan memberikan jasa dengan imbalan untuk mengantar sang tamu tersebut. Atau seorang yang merasa ingin menabung uang karena berlebihan maka Bank memberikana layanan penyimpanan uang tersebut.


Beberapa layanan jasa lainnya tampak dalam gambar sebagai berikut :

 


Bidang Produksi Industri adalah Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi, menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi bisa juga dalam bentuk jasa. Industri biasanya membutuhkan tenaga kerja yang banyak, modal uang yang besar dan juga sentuhan teknologi yang tinggi. Jenis industri bisa Industri Ekstraktif yaitu memanfaatkan sumberdaya alam untuk dibuat sesuatu yang lebih bagus lagi seperti contohnya tambang minyak bumi yang mengambil minyak mentah lalu diolah menjadi produk minyak siap pakai seperti bensin. Lalu perikanan laut dengan target ikan Sarden yang kemudian dibawa ke pengolahan industri makanan untuk dijadikan produk kalengan ikan sarden yang dijual ke pasar.

Atau jenis industri yang lain yaitu Industri Fasilitatif dimana disini hanya disediakan layanan jasa bagi orang yang membutuhkan. Layanan jasa ini contohnya adalah industri transportasi dimana sebuah maskapai penerbangan melayani ratusan ribu penumpang pesawat dengan seluruh sistem yang dibuatnya, mulai dari ketika konsumen membeli tiket, boarding di bandara, penyediaan pesawat, ground staff maskapai di bandara, pilot dan pramugari yang akan menemani selama perjalanan. Tentunya industri ini sangat membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak, modal/biaya yang besar, teknologi tinggi yang cukup rumit dan mahal.